trending

Guru SDA MULIA Ikuti Pelatihan Manajemen Digital, Emang buat apa sih?

Di tengah derasnya perkembangan teknologi, pertanyaan ini kerap muncul: guru ikut pelatihan manajemen digital, memang buat apa? Jawabannya ...

Kegiatan Siswa

Muhammadiyah dan Aisyiyah

Loading...
Video
Shorts
Live
Playlist
Memuat...



Di tengah derasnya perkembangan teknologi, pertanyaan ini kerap muncul: guru ikut pelatihan manajemen digital, memang buat apa? Jawabannya sederhana namun penting - agar pendidikan tidak tertinggal oleh zaman dan layanan sekolah semakin berkualitas.

Menjawab tantangan tersebut, para guru SD Aisyiyah Multilingual Lasem (SDA MULIA) mengikuti Pelatihan Manajemen Digital yang diselenggarakan di Kabupaten Rembang. Kegiatan ini menjadi bagian dari ikhtiar sekolah untuk terus berbenah dan berinovasi dalam pengelolaan pendidikan.

Pelatihan manajemen digital ini membekali guru dengan kemampuan mengelola berbagai aspek sekolah secara lebih efektif berbasis teknologi. Mulai dari administrasi, pengelolaan sosial media, pengelolaan data sekolah, pemanfaatan media digital, hingga strategi komunikasi yang lebih cepat dan transparan dengan orang tua siswa.

Selama pelatihan, para guru mengikuti sesi materi dan praktik secara langsung. Antusiasme peserta terlihat dari keaktifan berdiskusi, mencoba praktik lapangan serta berbagi pengalaman seputar tantangan pembelajaran di era digital. Pelatihan ini membuka wawasan bahwa teknologi bukan untuk menggantikan peran guru, melainkan untuk mempermudah, mempercepat, dan meningkatkan kualitas layanan pendidikan.

Kepala SD Aisyiyah Multilingual Lasem menyampaikan bahwa peningkatan kompetensi digital guru adalah kebutuhan mutlak.
“Guru yang terus belajar akan melahirkan sekolah yang terus berkembang. Manajemen digital membantu sekolah bekerja lebih rapi, efisien, dan profesional,” ujarnya.

Melalui pelatihan ini, SDA MULIA menegaskan komitmennya sebagai sekolah yang adaptif terhadap perubahan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman dan karakter. Harapannya, ilmu yang diperoleh dapat langsung diterapkan dalam kegiatan sekolah sehari-hari, sehingga manfaatnya dirasakan oleh siswa, orang tua, dan seluruh warga sekolah.

Jadi, pelatihan manajemen digital buat apa?
Jawabannya: agar guru makin siap, sekolah makin tertata dan layanan pendidikan makin bermutu. (admin)


Alhamdulillāh, segala puji bagi Allah SWT. Atas rahmat dan pertolongan-Nya, proses pembelajaran semester ini di SD Aisyiyah Multilingual Lasem (SDA MULIA) telah terlaksana dengan baik. Seluruh siswa-siswi telah berikhtiar menjalani kegiatan belajar dengan penuh semangat, disiplin, dan kesungguhan.

Liburan akhir semester merupakan momen penting bagi peserta didik untuk beristirahat, menyegarkan kembali pikiran, serta memperkuat nilai-nilai karakter. Perlu dipahami bersama bahwa belajar bukan hanya berlangsung di ruang kelas, melainkan juga hadir dalam setiap aktivitas kehidupan sehari-hari.

Selama liburan, siswa diharapkan tetap menjaga kebiasaan positif, antara lain:

  • meningkatkan ibadah dan kedekatan kepada Allah SWT,

  • membaca buku dan memperluas wawasan,

  • membantu orang tua serta menumbuhkan tanggung jawab,

  • melatih kemandirian, disiplin, dan kepedulian sosial,

  • mengembangkan bakat dan minat sesuai potensi masing-masing.

Setiap anak memiliki potensi unik yang harus terus diasah. Liburan dapat menjadi sarana refleksi untuk mengevaluasi capaian belajar semester ini sekaligus menyiapkan diri menyongsong semester depan dengan semangat baru. Kegigihan dalam belajar, keberanian mencoba hal baru, dan sikap pantang menyerah merupakan kunci untuk meraih prestasi yang berkelanjutan.

SDA MULIA senantiasa berkomitmen menumbuhkan peserta didik yang unggul dalam akademik, berakhlak mulia, serta memiliki wawasan global yang berlandaskan nilai-nilai keislaman dan Kemuhammadiyahan. Oleh karena itu, sinergi antara sekolah, orang tua, dan peserta didik sangat diharapkan, termasuk dalam mengisi waktu liburan dengan kegiatan yang bermakna.

Akhir kata, kami mengucapkan selamat menikmati liburan akhir semester kepada seluruh siswa-siswi SDA MULIA. Semoga liburan ini membawa keberkahan, menumbuhkan semangat belajar, serta menguatkan kesiapan untuk kembali belajar dan berkarya di semester mendatang.

Belajar di mana saja, berproses sepanjang hayat, dan berakhlak dalam setiap langkah.

Sampai jumpa kembali di sekolah tercinta dengan semangat baru dan tekad yang lebih kuat.










Lasem, Rembang
– Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh SD Aisyiyah Multilingual Lasem (SDA MULIA). Dalam ajang Kejuaraan Daerah (Kejurda) Tapak Suci Tingkat Kabupaten Rembang, SDA MULIA berhasil meraih Juara Umum 2 Usia Dini 1, sebuah pencapaian yang menunjukkan kualitas pembinaan ekstrakurikuler Tapak Suci di sekolah tersebut.

Kejurda Tapak Suci yang diikuti oleh berbagai sekolah dan perguruan Tapak Suci se-Kabupaten Rembang ini berlangsung dengan penuh semangat sportivitas. Para atlet muda SDA MULIA tampil percaya diri dan menunjukkan kemampuan terbaiknya di setiap kategori yang dipertandingkan.

Keberhasilan meraih Juara Umum 2 tidak lepas dari kerja keras para siswa, bimbingan pelatih Tapak Suci, serta dukungan penuh dari pihak sekolah dan orang tua. Sejak jauh hari, para atlet telah menjalani latihan rutin dan disiplin sebagai bentuk persiapan menghadapi kejuaraan ini.

Kepala SD Aisyiyah Multilingual Lasem menyampaikan rasa syukur dan bangganya atas capaian tersebut. Menurutnya, prestasi ini bukan hanya tentang kemenangan, tetapi juga sebagai bukti bahwa Tapak Suci mampu membentuk karakter siswa yang disiplin, berani, sportif dan berakhlak mulia, sejalan dengan nilai-nilai Muhammadiyah.

“Tapak Suci bukan sekadar olahraga bela diri, tetapi juga sarana pembinaan mental dan spiritual. Alhamdulillah, hasilnya bisa kita rasakan bersama melalui prestasi ini,” ujarnya.

Tapak Suci sendiri merupakan organisasi otonom Muhammadiyah yang bergerak di bidang seni bela diri dan telah menjadi salah satu ekstrakurikuler unggulan di SD Aisyiyah Multilingual Lasem. Melalui Tapak Suci, sekolah berkomitmen menanamkan nilai keislaman, kedisiplinan, dan jiwa kompetitif yang sehat sejak usia dini.

Prestasi Juara Umum 2 Kejurda Tapak Suci Kabupaten Rembang ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi seluruh siswa SDA MULIA untuk terus berprestasi, baik di bidang akademik maupun nonakademik, serta mengharumkan nama sekolah di tingkat yang lebih tinggi.


Lasem
– SD Aisyiyah Multilingual Lasem (SDA MULIA) tengah mempersiapkan diri untuk mengikuti Kejuaraan Daerah (Kejurda) Tapak Suci Kabupaten Rembang. Persiapan dilakukan melalui seleksi internal yang digelar pada Rabu, 19 November 2025, melibatkan peserta didik dari kelas I hingga kelas III.

Tapak Suci, organisasi otonom Muhammadiyah yang bergerak di bidang bela diri dan berdiri sejak tahun 1963 di Yogyakarta, merupakan salah satu ekstrakurikuler wajib di SDA MULIA selain Hizbul Wathan. Kegiatan latihan rutin dilaksanakan setiap hari Rabu. Antusiasme siswa cukup tinggi, terlebih karena kegiatan ini umumnya dilakukan di luar kelas. Namun, ketika hujan atau saat proses seleksi, latihan dipindahkan ke dalam ruangan agar lebih kondusif.

Pelatih Tapak Suci SDA MULIA, Mohammad Zaenal Arifin, menjelaskan bahwa sekolah akan mengirimkan 13 peserta didik untuk mengikuti Kejurda tahun ini.
“Untuk SD Aisyiyah Multilingual Lasem akan mengirim 13 peserta didik yang terdiri dari dua siswa kelas I, delapan siswa kelas II, dan tiga siswa kelas III. Mereka kemungkinan akan bertanding pada kategori Usia Dini I dan Usia Dini II,” ujarnya.

Kejurda Tapak Suci Kabupaten Rembang tidak hanya diikuti oleh sekolah-sekolah dari Rembang, tetapi juga dari wilayah sekitar seperti Pati, Blora, dan Kudus. Ajang ini menjadi ruang bagi siswa untuk menunjukkan minat dan bakat khususnya dalam bidang seni bela diri. Sekolah berharap kegiatan ini mampu melahirkan generasi pendekar yang tidak hanya tangguh di arena, tetapi juga berakhlak baik, kuat iman, dan selaras dengan nilai Islam Berkemajuan.

Pihak sekolah menegaskan bahwa Tapak Suci bukanlah wadah untuk menumbuhkan kesombongan atau arogansi. Sebaliknya, seni bela diri ini mengajarkan kedisiplinan, kerendahhatian, solidaritas, dan keterampilan membela diri secara benar. Dengan demikian, para siswa dapat tumbuh menjadi teladan melalui akhlak dan perilaku sehari-hari.

Lasem, 18 November 2025 – Suasana Apel Milad Muhammadiyah ke-113 di kompleks Perguruan Muhammadiyah Lasem pada Selasa pagi mendadak gempar dan penuh haru. Pasalnya, pembina apel, Bapak H. Nursalim, membuat kejutan besar dengan mewakafkan satu unit sepeda motor untuk Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Rembang, khususnya untuk mendukung kegiatan Aisyiyah di wilayah Lasem.

Tidak hanya sekadar menyerahkan, Bapak Nursalim datang mengantarkan sendiri motor tersebut sebelum apel dimulai sekaligus sebagai pembina apel milad Muhammadiyah ke 113 di Perguruan Muhammadiyah Lasem. Aksi itu langsung menjadi sorotan para peserta apel — mulai dari siswa, guru, hingga jajaran persyarikatan — karena menunjukkan teladan nyata dalam berinfak dan berwakaf.

Usai memberikan amanat apel, beliau menyerahkan kunci motor kepada perwakilan PDA Rembang dan diterima oleh Ibu Nanik Hamidah sebagai perwakilan PDA di SD Aisyiyah Multilingual Lasem. Banyak yang tak dapat menyembunyikan rasa haru mereka atas ketulusan tersebut.

Namun kejutan belum selesai. Setelah apel berakhir, Bapak Nursalim dengan santai memilih untuk pulang berjalan kaki, meski sejumlah guru dan panitia telah menawarkan tumpangan. Sikap itu mengejutkan sekaligus menginspirasi banyak orang. Menurut beliau, berjalan kaki adalah bagian dari rasa syukur dan bentuk rendah hati setelah dapat berwakaf.

“Saya hanya ingin memberi contoh bahwa harta itu titipan. Kalau untuk perjuangan, jangan ragu untuk melepas,” ujar beliau singkat ketika ditanya oleh salah satu panitia.

Aksi sederhana namun penuh makna itu segera menjadi perbincangan hangat di kalangan warga Muhammadiyah Lasem. Banyak yang mengapresiasi keteladanan beliau, terlebih di momentum Milad Muhammadiyah ke-113 yang mengangkat semangat gerakan pencerahan.

Dengan wakaf sepeda motor tersebut, PDA Rembang berharap dapat semakin maksimal dalam menjalankan program dakwah, pelayanan masyarakat dan pemberdayaan perempuan di Lasem.

Peristiwa inspiratif ini meneguhkan kembali nilai-nilai utama Muhammadiyah: ketulusan, pengabdian, dan kesediaan berkorban untuk kemajuan umat. Sebuah keteladanan nyata yang akan dikenang lama oleh warga persyarikatan.

Sudahkan anda berwakaf untuk hari ini? Panitia Pembangunan SD Aisyiyah Multilingual Lasem siap menerima wakaf Bapak Ibu dalam bentuk tunai maupun non tunai. (Admin)

Lasem, Rembang —
Siswa-siswi SD Aisyiyah Multilingual Lasem mendapatkan program makan bergizi gratis yang disalurkan oleh SPPG MBS Sumber Girang 2 mulai 3 November kemarin.

Program ini disambut antusias oleh para peserta didik dan guru, karena menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesehatan, pemenuhan gizi, serta kenyamanan belajar di sekolah.

Dalam kegiatan tersebut, para siswa menerima paket makanan lengkap yang terdiri dari menu sehat dan bergizi. Guru pendamping menyampaikan bahwa program ini sangat membantu memastikan siswa mendapatkan asupan nutrisi yang memadai selama menjalani aktivitas belajar sehari-hari.

Kepala SD Aisyiyah Multilingual Lasem memberikan apresiasi besar kepada SPPG MBS Sumber Girang 2 atas kepedulian dan konsistensinya dalam mendukung pendidikan dan kesehatan anak-anak. Menurutnya, kegiatan seperti ini bukan hanya memberikan manfaat gizi, tetapi juga menanamkan nilai kebersamaan dan kepedulian sosial.

Program makan bergizi gratis ini diharapkan dapat terus berlanjut dan menjadi inspirasi bagi berbagai lembaga untuk bersama-sama peduli pada tumbuh kembang generasi penerus bangsa.


Lasem, Rembang — 
Forum Komunikasi Kepala Sekolah (FKKS) SD/MI Muhammadiyah se-Kabupaten Kudus melaksanakan kegiatan kunjungan studi inspiratif ke SD Aisyiyah Multilingual Lasem, pada Rabu, 05 November 2025. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat silaturahmi, berbagi praktik baik, serta memperluas wawasan pengelolaan sekolah berbasis keunggulan dan multibahasa.

Rombongan FKKS disambut hangat oleh kepala sekolah, guru, serta jajaran Pimpinan Cabang Aisyiyah Lasem. Acara diawali dengan ramah tamah dab mujamalah dari FKKS SD/MI kabupaten Kudus dan disambut dengan hangat oleh seluruh jajaran PCA dan Guru SD Aisyiyah Mulia.

Dalam sambutannya, Kepala SD Aisyiyah Multilingual Lasem, Moh Rifqi Akmal Fahrozi  menyampaikan apresiasi atas kunjungan dari FKKS Kudus.

“Kami merasa terhormat atas kedatangan para kepala sekolah Muhammadiyah SD/MI yang tergabing dalam FKKS SD/MI Muhammadiyah dari Kudus. Semoga kunjungan ini menjadi ajang berbagi inspirasi untuk kemajuan pendidikan Islam yang unggul dan berkemajuan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua FKKS SD/MI Muhammadiyah Kudus, Bapak Saiful, S.Pd mengungkapkan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari program rutin forum dalam rangka peningkatan mutu pendidikan dan kolaborasi antar lembaga.

“Kami ingin belajar dan mencari inspirasi sekaligus jalan-jalan untuk melihat praktik baik SD Aisyiyah Multilingual Lasem dalam mengembangkan program multibahasa dan karakter Islami. Ini memang sudah menjadi program FKKS SD/MI Muhammadiyah kabupaten Kudus,” tuturnya.

Kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi dan observasi ke beberapa ruang kelas dan area pembelajaran sekitar. Para peserta kunjungan terlihat antusias dalam bercengkerama dan mencatat berbagai ide yang dapat diterapkan di sekolah masing-masing.

Kunjungan diakhiri dengan sesi foto bersama sebagai simbol persaudaraan dan komitmen bersama untuk memajukan pendidikan Muhammadiyah Aisyiyah.

Klik Gambar Untuk Mendaftar